
HayKalsel, Kotabaru – Pemerintah Kabupaten Kotabaru mengumumkan hasil seleksi tahap pertama Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2024. Dari total 250 formasi yang dibuka, 229 posisi berhasil diisi, memberikan harapan baru bagi tenaga honorer yang telah lama mengabdi.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kotabaru, H. Muhamad Yusuf, menjelaskan bahwa seleksi ini mencakup tiga kategori: tenaga kesehatan, tenaga teknis, dan tenaga guru pendidik.
“Secara keseluruhan, hasil ini cukup memuaskan, meski ada kekurangan pada formasi tenaga kesehatan. Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan partisipasi dan kelulusan pada seleksi berikutnya,” kata H. Muhamad Yusuf, Rabu (8/1/2025).
Yusuf juga menyoroti pentingnya peran tenaga honorer dalam pelayanan publik di Kotabaru. Ia mengakui bahwa banyak tenaga honorer yang berharap diangkat menjadi PPPK, namun keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama.
“Kami memahami harapan besar para tenaga honorer. Pemerintah daerah terus berkomitmen untuk memberikan kesempatan lebih luas, termasuk melalui seleksi tahap kedua yang akan digelar tahun ini,” ujarnya.
Ia mengimbau tenaga honorer yang belum lulus agar tetap semangat dan mempersiapkan diri untuk tahap seleksi berikutnya. “Kami berharap pada tahap kedua nanti, lebih banyak tenaga honorer yang berhasil mengisi formasi yang tersedia,” tambah Yusuf.
Isu pengangkatan tenaga honorer menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan DPRD Komisi X. Yusuf menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan pemerintah pusat diperlukan untuk mencari solusi terbaik, terutama bagi tenaga honorer yang telah lama mengabdi.
“Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperjuangkan nasib tenaga honorer, sekaligus meningkatkan kualitas layanan masyarakat melalui rekrutmen PPPK yang lebih efektif,” jelasnya.
Dengan tersedianya seleksi tahap kedua, tenaga honorer yang belum berhasil di tahap pertama diharapkan tetap optimis. Program PPPK ini tidak hanya membuka peluang karier yang lebih baik, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan mutu pelayanan publik di Kabupaten Kotabaru.
Masyarakat Kotabaru menyambut baik program ini dan berharap pemerintah dapat terus memberikan dukungan untuk pengembangan tenaga kerja di daerah, terutama tenaga honorer yang menjadi tulang punggung berbagai layanan.

