Buka MPLS Sekolah Rakyat Tanbu, Andi Rudi Latif: Ini Investasi Besar untuk Masa Depan SDM

Tanah Bumbu – Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Kabupaten Tanah Bumbu, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Jalan Kodeco, Desa Mekarsari, Kecamatan Simpang Empat, tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Sekolah Rakyat Tahap 3 yang digelar serentak di sejumlah daerah di Indonesia.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Tanah Bumbu menjadi salah satu dari 25 lokasi yang melaksanakan MPLS pada tahap tersebut. Kehadiran sekolah berasrama ini sekaligus menjadi langkah baru Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan dukungan sosial dan ekonomi.

Andi Rudi Latif mengatakan, Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan yang lebih luas dan berkualitas bagi masyarakat. Menurutnya, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Tanah Bumbu.

“Sekolah Rakyat merupakan salah satu bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas dan berkualitas kepada anak-anak dari keluarga yang membutuhkan dukungan sosial dan ekonomi, juga sebagai awal dari sebuah ikhtiar bersama dalam membangun kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Tanah Bumbu,” ujarnya.

Bupati mengungkapkan, keberadaan Sekolah Rakyat memiliki makna khusus karena sejalan dengan cita-citanya sebelum menjabat sebagai kepala daerah untuk menghadirkan sekolah berasrama atau boarding school bagi anak-anak Tanah Bumbu.

“Alhamdulillah, melalui program Sekolah Rakyat yang digagas Bapak Presiden Prabowo Subianto, cita-cita tersebut mendapatkan jalan untuk diwujudkan,” katanya.

Menurutnya, setelah program tersebut hadir, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu langsung bergerak menyiapkan sekaligus mengawal pelaksanaannya. Cita-cita menghadirkan sekolah berasrama bagi anak-anak daerah akhirnya dapat diwujudkan melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Tanah Bumbu.

Andi Rudi Latif menegaskan, terwujudnya Sekolah Rakyat bukan hasil kerja satu pihak. Program tersebut merupakan buah sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, satuan pendidikan, masyarakat, serta berbagai pihak yang turut memberikan dukungan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses penyiapan dan pelaksanaan Sekolah Rakyat ini,” ungkapnya.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Tanah Bumbu berdiri di kawasan seluas sekitar 11,2 hektare di Km 10 Jalan Kodeco, Kecamatan Simpang Empat. Kawasan tersebut menjadi salah satu lokasi Sekolah Rakyat dengan luasan yang cukup besar di Kalimantan Selatan maupun Indonesia.

Pada Tahun Ajaran 2026/2027, sekolah tersebut menampung 270 peserta didik yang terdiri dari 90 siswa jenjang Sekolah Dasar, 90 siswa Sekolah Menengah Pertama, dan 90 siswa Sekolah Menengah Atas.

Bagi Andi Rudi Latif, jumlah tersebut bukan sekadar angka statistik. Di balik 270 peserta didik terdapat harapan dari 270 keluarga sekaligus masa depan generasi penerus Tanah Bumbu yang harus dipersiapkan secara optimal.

Karena itu, ia menempatkan keberadaan Sekolah Rakyat sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia. Menurutnya, pembangunan Tanah Bumbu yang selama ini banyak bertumpu pada pemanfaatan sumber daya alam perlu diimbangi dengan penguatan kualitas sumber daya manusia.

“Investasi pada pendidikan merupakan investasi yang sangat strategis. Melalui pendidikan, kita membangun kemampuan berpikir, karakter, keterampilan, produktivitas, serta daya saing generasi penerus,” jelasnya.

Ia berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi bagian dari transformasi pembangunan Tanah Bumbu, dari pembangunan yang bertumpu pada kekayaan sumber daya alam menuju pembangunan yang semakin mengandalkan keunggulan sumber daya manusia.

Selain meningkatkan kualitas SDM, Andi Rudi Latif menilai program Sekolah Rakyat memiliki dimensi sosial yang lebih luas, terutama dalam membantu memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Melalui pendidikan yang terintegrasi serta dukungan terhadap kebutuhan peserta didik sesuai ketentuan program, anak-anak dari keluarga rentan diharapkan memiliki kesempatan berkembang secara optimal. Dukungan tersebut juga diharapkan dapat memberikan ruang bagi orang tua untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat kondisi ekonomi keluarga.

Keberadaan Sekolah Rakyat dengan kawasan yang luas dan jumlah peserta didik yang cukup besar juga dinilai dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kebutuhan operasional sekolah dan asrama berpotensi membuka peluang usaha bagi masyarakat dan pelaku UMKM lokal, mulai dari penyediaan bahan pangan, jasa laundry, transportasi, pemeliharaan hingga berbagai kebutuhan pendukung lainnya.

Bupati berharap peluang tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat secara positif dan produktif. Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, kata dia, akan terus mendorong agar keberadaan fasilitas publik berskala besar turut memberikan efek pengganda bagi perekonomian masyarakat sekitar.

Kepada seluruh peserta didik, Andi Rudi Latif berpesan agar memanfaatkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat dengan sungguh-sungguh. Ia meminta para siswa membangun kedisiplinan, percaya diri, kemandirian, serta rasa bangga kepada orang tua.

“Hari ini merupakan awal dari perjalanan pendidikan kalian. Bapak Menteri Sosial Republik Indonesia berpesan bahwa kita harus disiplin, percaya diri, mandiri, serta bangga kepada orang tua,” pesannya.

Ia berharap Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tanah Bumbu mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, karakter, keterampilan, kemandirian, serta kepedulian terhadap masyarakat.

Pelaksanaan MPLS pada 15 Agustus 2026 tersebut menjadi bagian dari Sekolah Rakyat Tahap 3 bersama 24 lokasi Sekolah Rakyat Terintegrasi lainnya di berbagai daerah di Indonesia. Bagi Tanah Bumbu, momentum tersebut menjadi kebanggaan sekaligus amanah untuk memastikan penyelenggaraan Sekolah Rakyat berjalan optimal, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pembangunan yang sesungguhnya bukan hanya tentang membangun infrastruktur, tetapi juga tentang membangun manusia yang berkualitas,” tegasnya.

Dengan hadirnya Sekolah Rakyat Terintegrasi 1, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu berharap fasilitas pendidikan tersebut dapat menjadi salah satu fondasi dalam mencetak generasi yang unggul, berkarakter, mandiri, dan memiliki daya saing untuk membawa daerah menuju masa depan yang lebih baik.

Leave a comment